

BHUMI DHARMAWANGSA BRATINDRA
Date of Birth
7 september 2024
Place of Birth
Denpasar
Height (on born)
51 cm
Weight (on born)
3450 gr
Adopted
No
Halo mama…
Bunda memberikan aku nama
“ Bhumi Dharmawangsa Bratindra “
Bhumi artinya anak yang kuat, dharmawansa artinya gemar berbagi kebaikan dan Bratindra artinya setia dengan perbuatan yang benar…
Aku terlahir dari seorang ibu yang baik, dari keluarga yang baik, hanya saja mama terpedaya dengan laki-laki yang tidak baik….
Saat menjalin hubungan dengan papa, keluarga sudah menerima kehadiran papa. Papa juga bertekqd akan serius dengan mama, sampai mempelajari ajaran agama mama. Kelak nanti menikah papa akan mengikuti ajaran mama agar tidak ada perbedaan, papa dengan serius memperdalam ajaran agama yang di anut mama…
Namun semua itu hanyalah – cara – papa untuk mendapatkan mama, setelah tahu mama mengandung papa meminta bila mamalah yang harus mengikuti ajaran papa….
Mama merasa dibohongi selama ini, apalagi kakek ada orang yang dipandang oleh masyarakat setempat, kakek adalah tokoh agama.
Setelah banyak berdiskusi dengan orangtua, mama memilih untuk menyerahkan aku kepada yayasan, dimana tante mama sudah menjadi follower MettaMamaMaggha sejak lama….
Mama memutuskan untuk tinggal dirumah aman sejak usia kandungan 6 bulan, dan aku terlahir dibantu oleh team Rumah Aman
Kejadian mama ini, membuka mata keluarga bahwa Kehamilan Yang Tidak diingkan dapat terjadi dalam keluarga….
Tidak ada satupun wanita yang bercita-cita akan menyerahkan bayi ke yayasan, semuanya ingin mempunyai pasangan hidup yang baik dan dapat merawat anaknya dengan baik.
Kakeklah yang datang ke yayasan dan mengutarakan niat mama, dimihta oleh bunda untuk berpikir panjang sebelum mengambil keputusan menyerahkan aku ke yayasan…
Setelah beberapa lama, mama tetap dengan keinginannya, mama merawat aku dengan baik selama dalam kandungan, memperhatikan gizi dan nutriai buat aku, banyak menenangkan pikiran. Karena mama tahu kalau mama stress atau tidak nyaman, aku tidak akan tenang dalam kandungan mama.
Sebelum kita menjudge wanita yang hamil secara single parent, renungkam baik-baik, KTD dapat saja terjadi pada saudara kita sendiri, pada adik perempuan kita, pada kakak perempuan kita, disaat itu barulah kita – mengerti – dan dapat bersikap dan berkata-kata kepada ibu hamil yang memilih jalan berbeda.